Minggu, 21 September 2014

PENGAMBILAN GAMBAR PART II

  • KONSEP CAMERA VIEW
    Camera Angle dalam pengertian karya audio visual berati Sudut pengambilan gambar yang menekankan tentang posisi kamera berada pada situasi tertentu dalam membidik obyek. sudut dimana kamera mengambil gambar suatu obyek, pemandangan atau adegan. Dengan sudut tertentu kita bisa menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada adegan yang sedang kita tayangkan.Pernyataan ini menegaskan, bahwa kamera yang dipakai dalam membidik obyek atau dengan istlah lebih populer “Obyek dalam View Camera” itu,menggambarkan tentang keberadaan kamera berada diposisi mana dalam keadaan seperti apa. Pemakaian Camera Angle ini diharapkan dapat menghasilkan suatu peristiwa atau keadaan obyek dalam bidikan kamera agar lebih terlihat menarik dan mampu mengilustrasikan kedinamisan suatu keadaan. Setiap hasil bidikan dalam pandangan kamera mempunyai kandungan makna dan nilai tertentu dari jenis sudut pandang yang dipakainya.
  • PENGERTIAN
    Camera Angle dalam pengertian karya audio visual berati Sudut pengambilan gambar yang menekankan tentang posisi kamera berada pada situasi tertentu dalam membidik obyek. sudut dimana kamera mengambil gambar suatu obyek, pemandangan atau adegan. Dengan sudut tertentu kita bisa menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada adegan yang sedang kita tayangkan.Pernyataan ini menegaskan, bahwa kamera yang dipakai dalam membidik obyek atau dengan istlah lebih populer “Obyek dalam View Camera” itu,menggambarkan tentang keberadaan kamera berada diposisi mana dalam keadaan seperti apa. Pemakaian Camera Angle ini diharapkan dapat menghasilkan suatu peristiwa atau keadaan obyek dalam bidikan kamera agar lebih terlihat menarik dan mampu mengilustrasikan kedinamisan suatu keadaan. Setiap hasil bidikan dalam pandangan kamera mempunyai kandungan makna dan nilai tertentu dari jenis sudut pandang yang dipakainya. 
  • JENIS-JENIS CAMERA ANGLE
     1. Top Angle
    Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi tepat di atas obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 12.00.
   Teknik Top Angle lebih menarik lagi hasilnya jika dipandu dengan teknik Moving Camera. Misalkan penerapan scene pada pengadegan kejar-kejaran 3 buah pesawat tempur yang saling naik dan turun dalam view antar pesawat, ketika pesawat tertembak sayapnya maka pesawat berputar-putar jatuh ke bawah, saat itulah pengambilan gambar Top Angle dilakukan dengan view penerbang yang berteriak ketakutan dan bumi secara bergantian seperti adegan dalam film “TOP GUN” atau “IRON EAGLE”.
gambar 1. Top Angle (photo by google)
   Pengadegan yang menunjukkan pemakaian TOP ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, baik shhoting di dalam ruangan (Indoor) maupun di luar ruangan (Outdoor).
     2. High Angle
    Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di atas obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 12.05. sampai 15.00, atau sudut 5 derajat samap 90 derajat. Pengertian lain menyamakan dengan istlah Bird View Angle dengan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada diatas obyek dengan kemiringan tertentu dan posisinya bisa berada disekitar atas obyek, bisa kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.
    Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi tertekan, dan pandangan obyek dalam bidikan kamera terlihat lebih kecil. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan kesan luas seperti menceritakan tentang pemandangan alam misalnya suasana pedesaan dengan kesegaran pepohonannya atau suasana perkotaan yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencangkar langit.
    Teknik ini akan menciptakan gambar lebih baik lagi jika digabungan dengan Moving Kamera sehingga obyek terlihat lebih hidup dalam memerankan karakter yang diperankannya. Pemakaian alat untuk menerapkannyapun bermacam macam bisa mengunakan tangga, naik gedung bertingkat, menggunakan Jimy Jeep atau Camera Cranes dan juga bisa menggunakan helycopter seperti film-film produksi Amerika yang teknik pengambilan gambarnya sungguh mengagumkan.
Gambar 2. High Angle (photo by google)
    Pengadegan yang menunjukkan pemakaian HIGH ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti suasana perkotaan dengan gedung-gedung pencangkar langit yang terlihat kecil dan meluas serta kerumunan penonton yang berkumpul, mencerminkan detil obyek dalam bidikan kamera.
    3. Eye Level Angle
    Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di sejajar dengan pandangan mata, baik berdiri maupun ketika duduk antara obyek dan kamera dkedudukannya sejajar, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 03.00/15.00 bisa juga dengan pukul 09.00/21.00. Pengertian lain menyamakan dengan istlah sudut 90 derajat dengan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada sejajar dengan obyek dalam pandangan mata secara horizontal, dimana dalam praktek pengambilannya bisa berada di kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirecnya.
    Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi dalam keadaan normal atau kegiatan seperti sehari-hari dilakukan. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan kegiatan apa saja dalam dari obyek yang dibidiknya, misalnya orang yang lagi menatap sesuatu, orang yang lagi melakukan penjamuan makan malam serta kegiatan-kegiatan sehari-hari lainnya.
Gambar 3. Eye Level Angle (photo by google)
    Pengadegan yang menunjukkan pemakaian EYE LEVEL ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti suasana pemandangan perumahan, orang menatap sesuatu serta obrolan dimeja makan adalah cerminan kegiatn normal dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Low Angle
    Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di bawah obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 15.05. sampai 17.50, atau sudut 95 derajat sampai 170 derajat. Pengertian lain memberikan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada dibawah obyek dengan sudut kemiringan tertentu ke arah bawah dan posisinya bisa berada disekitar bawah obyek, bisa kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.
    Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi berkekuatan tinggi terlihat perkasa, dan pandangan obyek dalam bidikan kamera terlihat perspektif yang meninggi hingga sang obyek seperti seorang pahlawan yang gagah. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan genre film atau sinetron/FTV horor, action dimana pengaplikasiannya menunjukkan detil obyek secara jelas dengan karakter yang dibawahnya. misalnya suasana yang menceritakan 2 orang lagi bertengkar, dan si tokoh yang menjadi jagoan akan lebih kuat ketika ekspresi kemarahannya diambil secara jelas dengan teknik Low Angle.
    Teknik ini akan menciptakan gambar lebih baik lagi jika digabungan dengan Moving Camera sehingga obyek terlihat lebih hidup dalam memerankan karakter yang diperankannya. Pemakaian alat untuk menerapkannyapun bermacam macam bisa mengunakan tangan sambil jangkok, atau dengan menggunakan Dolly Rell Camera,Jimmy jeep atau Camera Cranes.
Gambar 4. Low Angle (photo by google)
    Pengadegan yang menunjukkan pemakaian LOW ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti terlihat salah satu seorang juru kamera yang sedang melakukan pengambilan gambar. Film Coboy produksi dari Amerika mengilustrasikan dua orang yang siap tempur dalam suatu arena.
    5. Frog Angle
    Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di sejajar dengan alas dimana posisi kamera berdiri dalam ketinggian kurang lebih 30 cm. Pengertian lain menyamakan dengan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada sejajar alas, misalnya tanah, lantai ataupun meja dimana obyek yang di bidik berada diatasnya. Dalam praktek pengambilannya teknik ini bisa berada di kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.
    Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi dalam keadaan lebih jelas. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan kegiatan apa saja dalam dari obyek yang dibidiknya, misalnya mobil yang melesat di jalan raya, Tampilan binatang dengan menunjukkan detil karakter dari obyek yang dibidik agar terlihat dramatis.
    Pada kepentingan lain, penggunaan teknik ini juga bisa dipadukan dengan teknik moving camera entah dengan menggunakan doly rell camera dengan istilahnya Track In, dari kejauhan menuju kedekatan obyek.
Gambar 5. Frog Angle (photo by google)
    Pengadegan yang menunjukkan pemakaian FROG ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti suasana keceriaan seorang ayah kepada anaknya yang lagi bersenang-senang di depan halaman rumahnya. Pandangan rendah adegan mobil yang melesat di jalan raya atau suasana sepi jalan raya.
    6. Bottom Angle
    Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi tepat di bawah obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 06.00. atau 18.00.
   Fungsi teknik ini menjelaskan tentang obyek yang dibidik itu dalam keadaan diatas, misalkan untuk pengadegan obyek dalam perjalanan di sebuah hutan disampingnya terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi. Untuk mendapatkan gambar yang dramatik maka perlu adanya visualisasi pohon yang dilihat oleh tokoh karena ada kapal terbang yang melewati di atas kepalanya, sehingga secara otomatis tokoh akan melihat ke atas. Pada keadaan tertentu bidikan dari teknik ini akan berkesan menimbulkan perspektif yang dalam dengan suasana meninggi.
Gambar 6. Bottom Angle (photo by google)
    Pengadegan yang menunjukkan pemakaian BOTTOM ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti terlihat salah satu pesawat tempur yang melesat di atas awan, pepohonan yang terlihat mengecil membentuk perspektif yang meninggi dalam view orang yang melihat pohon tersebut di bawahnya

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net